My Trip, My Story



Ini adalah cerita pengalamanku saat berlibur sendirian  di akhir semester satu 2014. Saat itu aku sedang berada di kelas 2 SMA.
               
Keberangkatanku dimulai sebelum pembagian rapor, alias libur duluan. Selain menghindari kepadatan di perjalanan,  juga untuk menghemat biaya tiket pesawat sebelum terjadi kenaikan di awal libur semester.
Dari rumah (LubukLinggau), aku diantar oleh papa dengan sepeda motor untuk mencari angkot ke stasiun. Tujuan awalku adalah Palembang, karena aku memilih bandara di Palembang untuk take off ke Jakarta.

                Pukul 21.00 kereta jurusan LubukLinggau- Palembang berangkat. Aku duduk di sebelah mas-mas kuliahan yang memiliki tujuan yang sama denganku, Palembang. Entah apa yang dia kerjakan di akhir semester waktu itu yang justru masuk kuliah di saat liburan hampir tiba. Entahlah, mungkin ia akan mengambil  semester pendek atau ada keperluan lain, aku tidak mau tau lebih jauh. Orangnya cukup  friendly  menurutku, dari gaya bicaranyalah aku dapat menilai. kami sempat mengobrol, membahas beberapa topik sebelum akhirnya kami tidur.

Malam semakin larut, dan semua  orang  bersiap untuk tidur, begitu pula orang di sebelahku yang justru memilih untuk tidur di lantai kereta dengan alasan tidak bisa tidur kalau tidur dengan posisi duduk. Agak tidak enak sebenarnya, namun yasudah, toh orang ini yang memilih duluan untuk tidur di bawah.
                                                                     ###########
     
Akhirnya kereta tiba di stasiun kertapati Palembang, sekitar pukul 6 pagi. Perjalanan aku lanjutkan dengan naik bus kota menuju kos-kosan kakakku. Sebelum berpisah, mas-mas yang disebelahku  ini mengajak berjabat tangan denganku sambil mengucap salam perpisahan dan mendoakanku untuk selamat sampai tujuan. What a friendly people.


Setelah stay selama 2 hari di kosan kakak-ku, akhirnya aku melanjutkan perjalanan menuju ibu kota. Setelah mendapat penjelasan rute dari kakak-ku, kali ini dengan menaiki bus kota dan disambung dengan ojek, aku menuju bandara Sultan Mahmud BadarudinII .
Setelah  check in akupun menunggu di kursi tunggu selama beberapa saat sembari menunggu jadwal keberangkatan pesawatku.

Kembali aku menemukan orang yang ramah, kali ini orang yang berasal dari Malang. Dan ia sedang menunggu pesawatnya untuk pulang ke Malang. Orang ini duduk persis di sebelahku. Bertanya basa-basi tentang tujuanku dengan bahasa yang sangat ramah.
Taklama setelah itu, karena ingin merokok, ia pergi mencari ruangan khusus merokok, dan  ia menawariku untuk ikut.  

“maaf mas saya ndak merokok” ujarku.

Dan akhirnya orang tersebut pergi mencari ruangan merokok sendirian. Sebelum ia pergi, ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan mengambil satu bungkus roti, kemudian memberikannya padaku, sambil berujar bahwa roti itu tidak beracun dan ia orang baik-baik.
Akupun menerimanya sambil tersenyum mendengar ucapannya yang mungkin mengira bahwa aku menduga dia akan meracuniku dengan makanan.Haha

Setelah mendekati waktu keberangkatanku, aku beranjak dari kursiku untuk mencari terminal pesawat yang akan aku naiki. Dan kembali aku duduk disebelah orang Malang tadi. Setelah kembali mengobrol beberapa saat,  akhirnya pesawat yang ia tumpangi berangkat lebih dahulu. Ia pun beranjak dari kursi dan mengucapkan salam perpisahan sambil menjabat tanganku. Kemudian saling mendoakan keselamatan selama diperjalanan.
Sebenarnya orang tersebut sempat memperkenalkan namanya, tapi aku tidak ingat lagi sampai sekarang siapa nama orang tersebut.

                Akhirnya terdengar pengumuman bahwa pesawatku siap untuk diberangkatkan dan kami para penumpang diharapkan untuk memasuki pesawat.

Saat itu pesawat take off pukul 18.00 dan untungnya aku duduk di sebelah jendela. Maka sekali lagi aku mendapatkan kesempatan untuk melihat sunset dari atas awan. What a beautiful sky
                Setelah mendarat di Halim Perdanakusuma, aku melanjutkan perjalanan dengan Damri menuju tempat om dan tanteku di Bekasi.
Lagi-lagi aku menemukan keramahan disana. Melihataku bertanya dengan supir bus tentang tujuanku, seorang penumpang bus yang sama denganku, pria berumur sekitar 30 tahun keatas membantuku dengan menunjukkan arah, dan akhirnya aku berhasil menemukan jalan yang aku tuju.
Tidak ada salam perpisahan kali ini, setelah aku berterimakasih, orang tersebut langsung pergi dengan mengacungkan jempolnya dan berkata “sama-sama”

Akhirnya aku sampai dan setelah beberapa hari berkeliling ibu kota, aku pun melanjutkan perjalanan bersama omku menuju rumah nenek di kebumen. Dan dari sanalah aku bersama omku melakukan wisata kuliner.

Setelah semalam di kebumen, kembali aku dan om melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta dan melanjutkan wisata kuliner disana.
Sebelum pulang kembali ke kebumen. Kami menuju bantul dan mengunjungi tempat wisata di Bantul. Sempat diguyur hujan, menjadikan suasana kepulangan kami sedikit berbeda. Apalagi rute yang kami ambil berbeda dari keberangkatan kami semula.
Yogyakarta, beautiful and peace.

Akhirnya kami kembali ke Bekasi.Dan kembali kami mengambil rute perjalanan yang berbeda dari keberangkatan kami. So, saat itu kami benar-benar meng-explore jawa tengah.

Dibekasi, kembali aku bersama om berkeliling Jakarta. Melewatkan malam tahun baru disana, dan tak terasa waktu berliburku hampir habis.
Namun sebelum pulang aku sempat berlibur ke Bogor, tepatnya sehari sebelum jadwal kepulanganku ke Sumatera. Perjalanan ke bogor yaitu dengan menaiki krl. Meskipun hanya sehari, namun cukup untuk berwisata kuliner di sana dan melihat-lihat bogor,mulai dari kebun raya sampai istana presiden.



Tiba hari dimana aku harus kembali ke sumatera.Dan kali ini juga rute yang berbeda dari sebelumnya. Karena bandara kepulanganku kali ini adalah Soekarno-Hatta. Jadi sebelum tiba di Tangerang, kembali ada waktu beberapa jam untuku melihat Jakarta.

Tiba di bandara Palembang, aku melanjutkan perjalanan dengan taksi dan malamnya aku langsung pulang ke LubukLinggau dengan kereta api.
Kali ini orang yang duduk di sebelahku adalah orang tua yang sebenarnya sudah pantas untuk disebut kakek-kakek. Sepanjang perjalanan, kurang lebih 2 jam ia bercerita tentang masa mudanya dulu. Menunjukkan bahwa dia sudah kenyang makan asam garam kehidupan. Apalagi kakek ini adalah mantan preman.

Tujan kakek ini tidak jelas, hanya sendirian menuju lubuk-linggau untuk bertemu teman lamanya yang entah dimana. Ia hanya tau bahwa temannya ada di Lubuk-Linggau. Kakek yang nekad menurutku.
Tapi untunglah ditengah malam ia berhenti bercerita dan akhirnya tertidur.

Esoknya aku sampai di lubuk-linggau dan kembali ke rumah.

Liburan kali ini bukanlah liburan pertama kali aku pergi tanpa kedua orang tua. Sejak smp aku sudah sering berlibur sendirian. Namun kali ini berbeda. Entahlah, rasanya liburan kali ini benar-benar lengkap. Mulai dari menemukan orang-orang ramah, wisata kuliner, rute perjalanan yang berbeda-beda, Apalagi dari segi transportasi, hanya kapal laut yang aku lewatkan di liburan kali ini. Meski sempat mengalami paranoid karena adanya kecelakaan pesawat air asia di akhir tahun. Namun itu tidak mengurangi keseruan dari liburanku.

Mungkin pengalaman liburan kalian lebih seru, mahal, dan lebih menyenangkan dari liburanku, namun tenang, Ini bukan akhir dari kegiatan liburanku. Ini baru awal, dan akan ada lagi dengan cerita yang berbeda disetiap perjalanannya.

Dan sekarang aku tau bahwa liburan itu tidak perlu jauh. Tidak perlu mahal. Tidak perlu pergi ke negeri orang. Kalian hanya perlu menikmatinya. Memang akan lebih indah jika kita bisa berpetualang ke berbagai penjuru dunia, namun aku bersaran berpetualang lah di negeri sendiri sebelum kalian berpetualang di negeri orang.
Dan ciptakan cerita yang berharga di setiap perjalananmu
Agar petualanganmu dapat memiliki arti tersendiri bagi dirimu.
Keep explore.





Previous
Next Post »
0 Komentar