Micro Film Community. Ya! Itulah nama
team yang kami buat. Mungkin kalian bertanya, kenapa memilih kata “Micro” yang
berarti kecil. .
Memang benar. Micro berarti kecil, dan
inilah kami. Sebuah team film yang kami bentuk diluar dari kegiatan sekolah. Atau
lebih tepatnya kami yang membuat team ini sendiri. Meskipun dengan peralatan
yang sangat sederhana, tapi bukan berarti kami tidak bisa berkarya, bahkan
tidak pernah membuat semangat kami surut dalam hal menciptakan sebuah video.
Selalu ada saja karya yang kami buat saat kita berkumpul. Maka dari itu nama
micro kami pilih untuk team ini, dengan harapan apa yang kita rintis dari hal
yang kecil ini dapat menjadi sebuah karya yang berbasis macro. Siapa
sangka.?...
Dan inilah mereka …
Kita mulai dari camera-man.
Disini
kami mempunya 3 orang camera-man. Wempy, fajri, dan Rafi.
WEMPY
Dia kelas 10.1 dia hampir saja batal
bergabung dengan team kami karena masalahnya dengan wanita. Haha tapi untung
saja dia akhirnya bergabung dengan team kami dan kami beruntung memilikinya.
Meskipun dia sudah menjadi camera-man team inti kami, dia tidak pernah berhenti
belajar untuk terus mengasah kemampuannya. Ini yang aku suka darinya.
Basicnya dia memang sudah menyukai
fotografer sejak awal, dan pernah menjadi juara lensa SMANTU di sekolah kami.
So, jangan tanyakan lagi insting lensanya.
Untuk posturnya sendiri dia tidak
terlalu tinggi, berkulit gelap dan entah kenapa dia dijuluki Mr Kambeng.
FAJRI
Sama halnya dengan wempy, dia
juga kelas 10.1 postur tubuhnya pun sama dengan wempy, hanya saja Fajri sedikit
lebih putih dari Wempy.
Berbicara tentang kemampuan juga
tidak ada bedanya dengan wempy. Ulet dan konsisten. So, kita ceritakan hal lain
diluar itu saja.
Dia orangnya selalu merasa bodoh amat
dengan keadaan, selalu jujur apa adanya, bahkan tidak pernah merasa perlu
menjaga image sewaktu ada dalam team meskipun dihadapan pacarnya sendiri, yaitu
editor kami, Ani.
Jika kalian bertemu dengannya, kalian
harus mendengar bagaimana cara dia tertawa yang seperti gerombolan kuntilanak
sedang arisan. Ya, itulah fajri.
RAFI
Dia adalah camera-man team yang
terakhir. Kelas 10.5 sekelas dengan Ani. Tinggi, berkulit sawo matang dengan
tahi lalat di pipi kanannya. Meskipun dia camera-man, namun tak jarang kami
menjadikan dia aktor apabila sedang dibutuhkan. Kemampuan aktingnya lumayan.
Gayanya yang natural saat terekam kamera terkadang menjadikan dia enak dilihat.
Orangnya loyal dan sangat terbuka,
selalu setuju apapun keputusan team. Kemanapun kita take, apapun peran yang
harus dia mainkan, selalu dia sanggupkan. Dan itulah Rafi.
Kita lanjutkan ke team penulis.
Kita
punya ogi, lhiya, rahmasiwi, tutik dan lainnya. Tidak banyak karakter yang
dapat saya lihat dari mereka. Hanya mereka berempat yang dapat saya
deskripsikan disini karena merekalah yang sering muncul disaat syuting
dibandingkan penulis lain.
OGI
Biasa juga dipanggil Afif. Dia
kelas 10.1 juga. Posturnya hampir sama dengan rafi, hanya saja rambutnya ikal
dan tidak pernah panjang lebih dari 5cm semasa di SMA.
Cerita karangannya adalah film
pertama yang kami buat. Orangnya penuh ide, namun dia butuh partner yang bisa
mengembangkan idenya. Disamping penulis, dia juga team kreatif dan tidak jarang
memberi masukan yang baik untuk proses syuting. Satu lagi, dia adalah aktor
parodi kami. Kalian harus melihat aktingnya saat bermain parodi. Parodi MFC
tidak akan lengkap tanpa ogi.
LHIYA
Penulis kelas 10.4 yang satu ini
selalu hadir disaat kita melaksanakan proses syuting, selalu siap merevisi
scrip secara dadakan ababila dirasa kurang pas. Sama seperti ogi, idenya dalam
hal mengembangkan cerita sangat luas. Bahkan ketika kami buntu dalam memikirkan
suatu hal, Lhiya selalu bisa memunculkan pemikiran alternativenya.
Orangnya mudah berbaur, sehingga
mudah baginya untuk saling bertukar pikiran dengan penulis lain. Dan karena
dialah team kami sudah memiliki costum team. Karena dia yang mengurus semuanya.
RAHMASIWI
kelas 10.3. Tak banyak yang bisa aku tuliskan tentang dia.
Karena orangnya cenderung pendiam dalam team. Tapi yang aku tahu setelah
membaca ceritanya, dia merupakan penulis dengan imajinasi tinggi namun tetap
realistis dan mudah dicerna.
TUTIK
Lagi lagi kelas 10.1. dialah Tutik
novrida. Dari pertama melihat mukanya, siapapun juga tahu kalo dia seorang yang
suka dibidang sastra. Dia juga penyair puisi, dan sebagai anak indekos, tentu
saja banyak waktu luang baginya untuk menciptakan karya sastra yang hebat.
Dia juga pendiam layaknya siwi,
namun jangan salah, justru disaat diam dan tenang itulah goresan penanya bisa
mengalir. Meski pendiam, dia punya kisah menarik dengan aktor kami di film
pertama.
Team
editor
Disini
kami hanya memiliki 2 orang editor. Meskipun hanya 2, itu lebih dari cukup bagi
kami, karena keduanya punya keahlian yang berbeda, dan apabila saling
dipadukan, kami menjadi merasa tidak perlu
lagi memerlukan editor baru. Mereka adalah Ani dan Ipan.
ANI
Siapa yang menyangka anak rumahan
seperti dia yang tidak pernah tertarik untuk mengikuti ekstrakurikuler satupun
mau bergabung dengan MFC.?
Tapi
tidak usah kita hiraukan, yang penting dia sudah bergabung di team.
Ani
sekelas dengan Rafi, mungkin karena kerjaannya sebagai youtubers di rumah,
makanya dia mempunyai keahlian dalam bidang edit-mengedit video secara
autodidak.
Dilihat dari hasil kerjanya, dia
adalah orang yang teliti dan ulet. Kalian dapat membuktikannya dengan menonton
film kami nanti.
IPAN
Jika menuliskan namanya, aku akan
selalu teringat saat dimana kami berdua menunggu cukup lama di dalam ruangan
sembari menunggu anggota team berkumpul. Orangnya loyal dan patuh. Ngotot untuk
mencoba semua jenis aplikasi yang kita butuhkan. Selalu mencoba hal hal baru
dan berimajinasi tinggi hanya dengan Bermodalkan sebuah notebook yang selalu
dia bawa saat team berkumpul.
Rambutnya selalu pendek, sesuai dengan
kepalanya yang bulat. Kulitnya sawo matang. Dialah ipan editor kami kelas 10.3
Yang
terakhir adalah
PUTRI
Dia adalah asisten sutradara. Tapi
jangan salah, dia bisa jadi penulis, kreativ atau dubber spesialis puisi.
Dia
adalah satu-satunya yang berkacamata di team. Basicnya dia adalah penulis,
karena dia adalah blogger. Dia sangat sering memberikan kami saran-saran dan
ide secara spontan. Tapi entah kenapa terkadang dia sendiri bingung posisinya
sendiri di dalam team.
Orangnya
selalu berpikir masak-masak, dan penuh perhitungan. sehingga kehadirannya sangat dibutuhkan di dalam
team.
Mereka
semua adalah MFC. Tidak ada peresmian dalam pembentukan team kami, namun kami
selalu ingat kapan team kami terbentuk. 15-5-2015. Tanggal yang bagus bukan.?
Syuting pertama kami dimulai di
rumah putri, dan syuting pertama berhasil membuat kami basah kuyup dikarenakan
hujan deras. Hujan yang sangat membantu bagi kami lebih tepatnya. Dan akan
menjadi cerita tersendiri bagi kami para team.
kemudian semua mengalami
perkembangan seiring jalannya waktu. Kami membuat kostum team, menambah
pekerjaan dengan membuat parodi singkat, dan tentu saja pengalaman dan keahlian
kami juga bertambah.
Film pertama kami akhirnya jadi.
Selain hasil dari jerih payah team, itu semua juga tidak lepas dari dukungan
para penghujat kami. Ya, karena olokan dari merekalah yang membuat kami semakin
bersemangat. Bila perlu dibagian akhir film, kami tuliskan special thanks untuk
para haters kami.
Berbicara tentang team maka tidak
akan lepas dari yang namanya konflik. Baik berbeda pendapat ataupun dikarenakan
psikologis dari anggota masing-masing.
Aku
ingat pertama kali emosi muncul dimulai dari rafi yang saat itu kelelahan
karena kami bekerja seharian. Kemudian putri yang selalu marah apabila tidak
ada hal penting yang kami diskusikan. Dan beberapa pertengkaran kecil yang
disebabkan oleh anggota lain.
Tapi semua tetap merasa tidak
peduli. Bagaimanapun mereka akan berbaikan sendiri. Aku yakin, sangat yakin. itulah
alasannya aku tidak pernah ikut campur dan memisahkan mereka. Haha sekilas
terdengar jahat, tapi percayalah, itu semua akan kami rindukan nantinya..
Pandanganku
sendiri terhadap MFC tidak begitu jelas. Karena dari sana aku hanya merasakan.
Meskipun
tidak ada pelantikan yang menanamkan senioritas dan kekeluargaan, tapi aku merasakan
semua itu di dalam team. Bukan hanya sekedar slogan atau jargon yang
diteriakkan belaka, namun mereka melakukan dengan tindakan.
Inilah
MFC. Team yang sebentar lagi akan aku tinggalkan. Aku tidak menuntut team ini
diteruskan, tapi akan sangat senang apabila hobby kami ini dijadikan
ekstrakurikuler oleh sekolah kami. Aku tidak menuntut untuk meneruskan nama
bahkan logo team kami. Silahkan rubah jika ingin dirubah oleh penerus
selanjutnya.
Meskipun
kurang dari satu tahun. Ini sangat berarti. Aku tidak menyesal mengenal mereka
baru-baru ini. Karena akan lain ceritanya apabila team ini dibentuk sejak dulu.
Karena aku tidak akan mengenal mereka. Andai bisa kutinggalkan penghargaan bagi
mereka satu persatu. Sayangnya hanya ucapan terima kasih yang bisa aku berikan
untuk team ini.
Terimakasih team, terimakasih
wempy,fajri,rafi,ogi,lhiya,rahmasiwi,tutik,ani,ipan, dan putri. Terima kasih
untuk semangat, waktu dan bakat kalian. Suatu kebanggaan dapat berkumpul dan
berkarya bersama kalian.
Terimakasih
kalian yg telah membuat cerita tersendiri saat di masa SMA ini.
Apapun
yg terjadi kedepannya, atau bahkan saat kita sukses dibidang ini nanti, tak
segan untuk aku menyebutkan bahwa semuanya dimulai dari sini.
MICRO
FILM COMMUNITY